Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berita Pabrik

Investor Siap Bangun Kawasan Industri Di Subang

Gambar
SUBANG - Sebanyak 2.000 hektare lahan di tiga desa Kecamatan Cipeundeuy, Subang, yakni Desa Wantilan, Sawangan dan Kosar, diborong konsorsium investor untuk dibangun kawasan industri. Sekretaris Daerah (Sekda) Subang HM Abdurakhman, menyebut, pembangunan kawasan ini akan digarap konsorsium PT Surya Cipta Internasional (SCI), selaku pemegang izin dari pemerintah pusat, bersama lima perusahaan mitranya. PT SCI yang merupakan anak grup perusahaan PT Surya Cipta Internasional, PT GCB, PT JSU, PT BAS, dan PT ABC. "Luas lahan yang akan dibebaskan sekitar 2.000 ha. Dari lima perusahaan itu, masing-masing harus menguasai sekitar 400 hektare," ujarnya, Minggu (18/10/2015). Saat ini, PT SCI sudah berhasil membebaskan sedikitnya 300 hektare lahan. Jika sampai Desember pembebasan lahan mencapai 500 ha, kegiatan konstruksi untuk pembangunan kawasan, bisa dimulai. "Kalau penguasaan lahan pada tahap pertama Desember nanti mencapai 500 ha, pembangunan kawasan ind...

Karyawan Pabrik PT Panply Disandera Warga

Gambar
BELOPA - Warga Kelurahan Sakti, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel, menyandera 98 karyawan perusahaan tripleks milik perusahaan PT Panply. Kejadian ini merupakan buntut dari perkelahian antara pemuda Kampung Balambang, Desa Raja, dengan pemuda Kelurahan Sakti, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel. Aksi penyanderaan ini dimulai warga dengan melakukan blokir jalan. Saat warga melakukan aksinya, puluhan aparat polisi dibantu TNI tampak melakukan pengamanan. Dampak pemblokiran jalan yang menuju akses pabrik tripleks PT Panply ini, ratusan karyawan PT Panply harus tertahan hingga tiga jam lebih. Manager SDM PT Panply Andi Masa mengatakan, informasi yang diperoleh pihak perusahaan dari warga yang memblokir jalan menyebutkan jika korban pemukulan bernama Wiwin dan Boneng. Sedang pemukulnya bernama Supriadi, karyawan PT Panply. "Makanya mereka menyandera karyawan kami yang melintasi wilayah mereka dengan menggunakan bus perusahaan. Kejadian ini sangat kami sayangkan dan m...

Sebanyak 879 Polisi Amankan Aksi Ribuan Buruh di Depan Istana Negara

Gambar
JAKARTA - Sebanyak 879 personel gabungan mengamankan aksi unjuk rasa dari serikat buruh se-Jabodetabek di depan Istana Negara, Jakarta Pusat (Jakpus). Ratusan personel itu berasal dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakpus. "Untuk aksi unjuk rasa hari ini, ada 879 personel siap mengamankan jalannya agenda tersebut," ujar Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suyatno kepada Sindonews, Kamis (15/10/2015). Suyatno menambahkan, tiga security barrier atau mobil kawat berduri, dua water canon dan satu barracuda juga telah disiagakan di depan Istana Negara. Sementara itu untuk pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi, dia mengatakan masih akan terus melihat situasinya. "Arus lalu lintas masih berjalan normal. Belum ada pengalihan arus atau penutupan jalan. Kita pantau terus situasinya," tambahnya. (Baca: Tolak Kebijakan Jokowi, Ribuan Buruh Bakal Geruduk Istana) Suyatno juga mengimbau buruh tetap tertib saat menyuarakan apirasinya. Semen...

Pabrik Krakatau-Posco di Cilegon Meledak

Gambar
Liputan6.com, Cilegon - PT Krakatau-Posco (KP) meledak dengan suara keras, hingga mengagetkan warga di sekitar pabrik baja hasil kerja sama Indonesia-Korea tersebut. "Suara ledakannya sangat besar, tidak seperti biasanya. Seperti suara geledek yang sangat kencang, sampai rumah bergetar," kata Istanto, warga RT 01 RW 02, Lingkungan Kebanjiran, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Kamis (15/10/2015) malam. Meledaknya pabrik baja tersebut terjadi sekitar pukul 21.45 WIB. Sesaat setelah terdengar suara ledakan, rumah warga dihujani debu bewarna hitam pekat. "Pokoknya debunya warnanya hitam, kayak sisa pembakaran. Kami menduga, ledakan itu muncul dari proses produksi yang sedang dilakukan Posco," kata warga lainnya, Bedi. Bahkan, warga yang saat itu sedang mengadakan pengajian di masjid berhamburan ke luar, karena menduga ada gempa bumi akibat guncangan yang mereka rasakan begitu keras. "Kita yang lagi pengajian ...